Friday, February 27, 2009

Mengapa saya Tuhan?

Mengapa saya Tuhan?
Mengapa saya?
Mengapa?
?

Bilakah pertanyaan semacam ini timbul dalam diri kita?
Ya, umumnya pertanyaan ini timbul saat diri kita berada di dalam kesulitan dan mengalami tekanan penderitaan dalam kehidupan kita.

Ketika kesulitan dan penderitaan datang menimpa, pertanyaan demi pertanyaan akan muncul dalam diri seseorang. 

Mengapa harus ada kesulitan dan penderitaan dalam kehidupan ini? 
Mengapa penderitaan ini tidak terjadi atas diri orang lain saja?  
Mengapa Tuhan mengijinkan penderitaan ini pada diri saya?
Mengapa harus saya yang mengalami penderitaan ini? 
Mengapa saya Tuhan? 

Namun sebaliknya ketika kebahagiaan dan berkat Tuhan mengalir dalam kehidupan kita,  kita tidak mempertanyakannya.

Mengapa saya menerima kelimpahan berkat Tuhan sementara penderitaan hadir dalam  kehidupan ini?
Mengapa berkat Tuhan ini tidak diberikan pada orang lain saja?
Mengapa Tuhan menganugerahkan berkat-berkatNya pada diri saya?
Mengapa harus saya yang mengalami berkat dan kebahagiaan ini?
Mengapa saya Tuhan?

Tidakkah seharusnya kita bertelut dan menangis atas berkat-berkatNya? 
Sebab sesungguhnya kita tidak layak menerima berkat cinta kasihNya!

Mengapa ya Tuhan, Engkau mau mengasihi saya, yang kerap melupakanMu?
Mengapa ya Tuhan, Engkau mau memberkati saya, yang kerap mengabaikanMu?
Mengapa ya Tuhan, Engkau mau mati bagi saya, yang kerap tingkah-lakunya menyalibkanMu ?

Mengapa saya Tuhan?
Mengapa saya?
Mengapa?
?
Why?
Why me?
Why me Lord?

-ash-


No comments:

Post a Comment