Showing posts with label Reflection. Show all posts
Showing posts with label Reflection. Show all posts

Tuesday, November 30, 2010

Kalau bukan anugerahMu...

Kalau bukan anugerahMu... 
Bagaimana mungkin aku dapat percaya, 

sekian ribu tahun yang silam seorang dara perawan mengandung dan melahirkan anak?
dan Anak itu adalah Tuhan Penguasa Semesta Alam yang menjelma dalam daging! 

Kalau bukan anugerahMu... 
Bagaimana mungkin aku dapat percaya, 

di negeri yang tak kukenal, kematian seorang Yahudi di salib mengubah sejarah dunia?
dan si Yahudi itu adalah Tuhan Penguasa Semesta Alam yang mengorbankan diriNya! 

Kalau bukan anugerahMu... 
Bagaimana mungkin aku dapat percaya, 

di suatu fajar yang mencekam seorang yang terkubur 3 hari bangkit dari kematian?
dan kebangkitan itu adalah kemenangan atas dosa dan maut! 

Kalau bukan anugerahMu... 
Bagaimana mungkin aku dapat percaya, 

dari Tempat Tertinggi, Sang Penguasa mengarahkan pandanganNya padaku?
dan Ia mau mengasihi dan menyelamatkan pendosa ini! 

Kalau bukan anugerahMu... 
Bagaimana mungkin aku dapat mengasihiMu? 

-ash-
Jakarta, Maret 2010

Thursday, January 21, 2010

Kasih

Kalau dulu kau pernah cinta, mengapa kini tidak?
Adakah waktu dan luka menggerus cinta dan rasa?
Saat Ia berdiam diri tidaklah berarti Ia berkata tidak!
Ia yang mencipta hati, masakkan tak merasa?
Hanya Ia yang mengerti, berserahlah padaNya.

-ash-
Jakarta, Januari 2010

Sunday, March 22, 2009

Salib

Ia dianiaya, dihina, diludahi
Ia disengsarakan, digantung di salib
Tertolak langit dan bumi
Mengapa?
Untuk apa?
Karena siapa?

Duri menusuk dahi
Tubuh remuk luka cambuk
Peluh darah mengucur tercurah
Tertikam tombak kejam
Mengapa?
Untuk apa?
Karena siapa?

-ash-
Kenangan Paskah 2003

Thursday, March 12, 2009

Hamba Tuhan


Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata:
“Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; 
kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan".
Lukas 17:10

Dalam bahasa Yunani ada beberapa kata yang berpadanan dengan kata hamba. Kata ‘hamba’ yang dipakai oleh Tuhan Yesus pada bagian ini ialah doulos (doulov) yang berarti budak. Seseorang yang secara permanen berada dibawah  perhambaaan kepada tuannya.

Kita adalah hamba-hamba Tuhan. Apa artinya ini? Artinya kita adalah budak yang tidak memiliki hak apapun dihadapan Tuhan. Tidak ada satu hal apapun yang membuat diri kita layak membanggakan diri dengan segala apa yang kita kerjakan ataupun hasilkan.

Menjadi hamba ternyata bukanlah hal yang mudah karena pada diri kita terkandung suatu keinginan untuk menjadi yang utama. Kita ingin menjadi seseorang yang dikenal dan dihormati oleh orang-orang lain. Kita ingin kemampuan diri kita dikenal dan diakui orang lain. Kita senang melakukan hal-hal yang membuat orang lain menyenangi dan memuji diri kita.

Dalam perumpamaan yang disampaikan Tuhan Yesus, jelas sekali kita melihat perbedaan posisi dan sikap antara seorang hamba dengan tuannya. Seorang hamba setelah bekerja keras di ladang tentunya menjadi letih dan lapar. Setelah pulang, apakah ia berharap tuannya akan berterima kasih dan mengajaknya menikmati makan dan istirahat? Tidak! Malahan ia harus mempersiapkan makanan bagi tuannya, baru setelah tuannya selesai ia boleh makan dan beristirahat.

Bagaimanakah dengan kita? Setelah menyelesaikan tugas pelayanan yang dipercayakan pada kita, apakah kita mengharapkan ucapan terimakasih dan pujian dari orang lain? Setelah mencapai kemajuan dalam karir ataupun usaha, apakah kita menganggap hal itu adalah upah dari kerja keras dan kemampuan kita? Sehingga kita layak menerima penghargaan dari orang lain (keluarga/ masyarakat).

Bukan karena kita bisa, bukan karena kita pandai, hebat dan berjasa. Kita hanyalah hamba-hamba yang tidak berguna, kita hanya melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Kita bahkan tidak layak mengharapkan ucapan terima kasih, sebab kita adalah hamba yang hanya mengerjakan apa yang diperintahkan oleh tuan kita. Dapatkah kita bersikap demikian?

Upah tebesar kita ialah bahwa kita diperkenankan untuk menjadi hamba Tuhan. Menjadi hamba dari Allah yang Maha Agung. Yohanes Pembabtis menyatakan bahwa,  bahkan untuk membungkuk dan membuka tali kasutNya ia tidak cukup layak. [Lukas 3:16] Siapakah kita, sehingga Allah Pencipta Semesta Alam mau memberikan tugas muliaNya pada diri kita, manusia yang tidak berguna ini?

-ash-

Friday, February 27, 2009

Mengapa saya Tuhan?

Mengapa saya Tuhan?
Mengapa saya?
Mengapa?
?

Bilakah pertanyaan semacam ini timbul dalam diri kita?
Ya, umumnya pertanyaan ini timbul saat diri kita berada di dalam kesulitan dan mengalami tekanan penderitaan dalam kehidupan kita.

Ketika kesulitan dan penderitaan datang menimpa, pertanyaan demi pertanyaan akan muncul dalam diri seseorang. 

Mengapa harus ada kesulitan dan penderitaan dalam kehidupan ini? 
Mengapa penderitaan ini tidak terjadi atas diri orang lain saja?  
Mengapa Tuhan mengijinkan penderitaan ini pada diri saya?
Mengapa harus saya yang mengalami penderitaan ini? 
Mengapa saya Tuhan? 

Namun sebaliknya ketika kebahagiaan dan berkat Tuhan mengalir dalam kehidupan kita,  kita tidak mempertanyakannya.

Mengapa saya menerima kelimpahan berkat Tuhan sementara penderitaan hadir dalam  kehidupan ini?
Mengapa berkat Tuhan ini tidak diberikan pada orang lain saja?
Mengapa Tuhan menganugerahkan berkat-berkatNya pada diri saya?
Mengapa harus saya yang mengalami berkat dan kebahagiaan ini?
Mengapa saya Tuhan?

Tidakkah seharusnya kita bertelut dan menangis atas berkat-berkatNya? 
Sebab sesungguhnya kita tidak layak menerima berkat cinta kasihNya!

Mengapa ya Tuhan, Engkau mau mengasihi saya, yang kerap melupakanMu?
Mengapa ya Tuhan, Engkau mau memberkati saya, yang kerap mengabaikanMu?
Mengapa ya Tuhan, Engkau mau mati bagi saya, yang kerap tingkah-lakunya menyalibkanMu ?

Mengapa saya Tuhan?
Mengapa saya?
Mengapa?
?
Why?
Why me?
Why me Lord?

-ash-


Wednesday, February 25, 2009

Pertanyaan terbesar dalam sejarah

1. Ketika Allah bertanya pada Adam, 
"Di manakah engkau?"  
[Kejadian 3:9]
2. Ketika Yesus bertanya pada murid-muridNya, 
"Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"  
[Matius 16:15]

The Greatest Questions in history:
1. When God asked Adam, 
"Where art You?" 
[Genesis 3:9]
2. When Jesus asked His disciples,
"Who say ye that I am?" 
[Mathew 16:15]

Tuesday, February 24, 2009

Fana

Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku! Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan!

Sunday, February 22, 2009

Firman Tuhan

Tuhan,
Alam semesta menyatakan kemuliaanMu
di dalam setiap bintang terpancar kebijaksanaanMu.
Tetapi apabila mata kami memandang FirmanMu
kami membaca namaMu dalam kata-kata yang  lebih indah.